Kenali Penyakit Nevus Berisiko Kanker, Waspada dari Sekarang!

Rating
5/5
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp

Kenali Penyakit Nevus Berisiko Kanker, Waspada dari Sekarang!

nevus

Penyakit nevus ini memang sangat jarang ditemui bahkan terdengar langka oleh masyarakat umum. Padahal, penyakit nevus sangat membutuhkan perhatian yang lebih karena berisiko terkena kanker bagi orang yang mengalami hal ini. Penyakit ini memang tergolong langka, terjadi 1:20.000 angka kelahiran hidup, serta berpotensi terkena kanker kulit. Penyakit yang juga di kenal dengan sebutan Giant Hairy Congenital Melanocytic Nevus (CMN) ini memiliki corak yang berwarna hitam dan berbulu di area tubuh dan ukurannya yang sangat besar.

Banyak orang awam yang tidak tahu penyakit nevus, penyakit yang menyerupai seperti tahi lalat ini tetapi jika dibiarkan begitu saja akan berbahaya bagi irang yang terjangkit penyakit tersebut. Walaupun beberapa besar indikasi lahir tidak beresiko serta akan hilang bersamaan bertambahnya kedewasaan anak, terdapat tipe tanda lahir yang memerlukan perhatian yang ekstra, seperti penyakit nevus ataupun tandalahir raksasa.

Nah, sekarang kita lebih jelas lagi yuk mengenai penyakit nevus ini atau lebih dikenal dengan tahi lalat raksasa di bawah ini.

 

Deskripsi Penyakit Nevus

Penyakit nevus ini memang terdengar asing bagi masyarakat umum. Namun, tahi lalat hitam ini mungkin semua orang mengetahuinya. Penyakit Nevus ini yang dikenal juga dengan Giant Hairy Congenital Melanocytic Nevus (CMN) ialah lesi kulit melanositik jinak yang terjadi karena proliferasi melanosit pada jaringan kulit. Dalam beberapa kasus ini, CNM dapat memenuhi 70 persen pada tubuh bagi penderitanya. Tahi lalat biasa kemungkinan besar tidak akan memberikan efek yang besar pada tubuh. Tetapi, jika ukurannya besar serta memenuhi sebagian bagian kulit ada kemungkinan berkembang jadi ganas. Menurut riset 10- 15 persen CNM beresiko untuk badan.

Ada dua perbedaan utama pada nevus biasanya berada pada lapisan epidermis dan sel-sel nevus, antara lain:

  • Sel nevus mengelompok sebagai sarang di dalam epidermis bawah dan / atau dermis, sedangkan melanosit epidermis tersebar secara merata sebagai unit tunggal.
  • Sel nevus tidak memiliki proses dendritik (dengan pengecualian yang ada dalam nevus biru)

Baik dari melanosit dan sel nevus mampu mengahasilkan pigmen melanin. Nevus melanositik ini bawaan dari didalam kandungan. Giant Hairy Congenital Melanocytic Nevus (CMN) biasanya akan muncul ketika lahir atau beberapa bulan saat lahir.

 

Gejala Tahi Lalat Raksasa Hidup

Pada dasarnya penyakit ini tidak mempunyai gejala yang khusus bila bersifat jinak. Umumnya, bayi atau anak-anak yang terkena penyakit ini akan langsung terlihat ketika lahir. Umumnya, kulit bayi akan menghitam di beberapa bagian mulai dari wajah, dada, perut, punggung, hingga kaki.

Dari gambaran medis, biasanya dokter aka langsung melakukan diagnosis tentang keadaan bayi. Biasanya, bercak tahi lalat raksasa ini berbentuk seperti kubah da nada yang berkutil. Dari beberapa kasus, bercak ini terletak di bagian kaki dan berbentuk huruf D. hal ini juga sebenarnya sudah terjadi sejak masih berada di dalam kandungan ibu dan berusia 12 minggu. Kondisi ini sering dikaitkan dengan kelainan dan efek saat perkembangan embrio.

Penyakit nevus ini akan terus ada sampai beranjak dewasa. Pada kenyataannya, anak-anak yamng mempunyai penyakit ini akan mengalami dua hal berat dalam hidupnya. Pertama, masalah kesehatannya akibat penyakit ini dapat membahayakan tubuh sampai tumbuh dewasa. Kedua, pendapat negative dari masyarakat terkait bercak gelap pada badan. Kondisi ini harus di waspadai jika sudah diikuti bentuk dan sisi yang tidak beraturan dan dilengkapi dengan bintik-bintik yang lebih kecil dan menyebar ke seluruh tubuh.

Gejala lainnya yang perlu Anda ketahui mengenai dengan tanda-tanda penyakit ini berkembang menjadi ganas, antara lain:

  • Luka serta pendarahan pada kulit secara mendadak.
  • Bercak pada kulit lama- lama membengkak serta warnanya terus menjadi hitam.
  • Ada kemungkinan bercak menyebar ke bagian kulit yang sedang sehat.
  • Pada bagian kulit yang hitam, penderita akan sering alami rasa gatal berlebih.
  • Terkadang rasa perih juga sering timbul pada kulit yang mempunyai bintik gelap ataupun sekelilingnya.
  • Kulit sering mengalami radang.

 

Komplikasi dari Penyakit Nevus

Jika dilihat sekilas penyakit ini seperti tidak berbahaya. Namun, jika sampai mengalami komplikasi bisa membuat penderitanya mengalami banyak masalah. Komplikasi awal dari penyakit ini ialah kemungkinan besar terbentuknya kanker pada kulit ataupun melanoma. Jika bintik gelap lalu terpapar sinar matahari yang menadung ultraviolet dan polusi akan menimbulkan sel kanker berkembang serta bertumbuh.

Komplikasi kedua adalah gangguan saraf berupa neurocutneous melanocytosis. Saat bagian bercak hitam terpapar sinar UV, produksi pigmen akan meningkat tajam serta masuk ke otak ataupun saluran tulang belakang. Akibatnya tubuh akan mengalami gangguan saraf seperti kejang, pingsan, dan muntah-muntah. Komplikasi kedua ini rasio terjadinya hanya 7 persen.

 

Pengobatan yang Tepat

Klinik Pandawa salah satu Klinik yang terbaik jika Anda ingin melakukan perawatan menghilangkan nevus di tubuh. Untuk itu Jika Anda ingin menghilangkan penyakit ini. Dapat menghubungi 0821-1141-0672/ 021-62313337 WhatsApp / SMS / Telpon atau BERKONSULTASI GRATIS. Kami dengan senang hati melayani Anda.

 

Referensi:

  1. Hunt R, Schaffer JV, Bolognia JL, et al. Congenital Melanocytic Nevi. Uptodate, 2017:1-35. Available from : https://www.uptodate.com/contents/congenital-melanocytic-nevi/print?search=nevus%20pigmentosus&source=search_result&selectedTitle=2~150&usage_type=default&display_rank=2
  2. McCalmot T. Melanocytic Nevi. Medscape, 2019:1-16. Available from : https://emedicine.medscape.com/article/1058445-overview#a6